Gelas mulai dikenal orang secara tidak sengaja setelah menemukannya sebagai endapan menarik pada sisa-sisa kebakaran hutan. Saat ini semua orang dapat dengan segera mengenali gelas karena sifat-sifatnya yang unik, zat padat dengan permukaan halus, tidak melarut maupun berkarat, tembus pandang dan mudah pecah. Sifat-sifat ini, ternyata sangat bermanfaat bagi manusia, termasuk untuk kebutuhan instrumentasi pada bidang pendidikan, penelitian akademik maupun industri.

Bahan utama gelas adalah pasir silika yang di campur bahan lain seperti soda dan kapur, lalu di panaskan sampai meleleh (dilebur) sehingga dapat membentuk zat gelas yang kita kenal. Proses mengubah asir silika menjadi silika kita sebut pembuatan gelas, biasanya di lakukan di pabrik industri gelas. Bahan gelas dari pabrik biasa nya berbentuk palt atau tabung. Dari bentuk dasar inilah berbagai bentuk lain dibuat menjadi bentuk khusus yang bermanfaat. Proses ini disebut pembentukan gelas yang dapat dilakukan oleh teknisi gelas di laboratorium maupun bengkel gelas.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan produksi gelas dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan, penelitian, maupun industri.

Pelaksanaan pelatihan ini dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu:

  1. Tingkat A (Teknisi Muda)
  2. Tingkat B (Teknisi Madya)
  3. Tingkat C (Teknisi Ahli)
  4. Tingkat D (Teknisi Kepala)